Selamat datang di website
PT. GAHARU MITRA NUSANTARA

Penjelasan Ringkas

Perkenalkanlah Kami PT. Gaharu Mitra Nusantara adalah memperkenalkan diri, Kami merupakan Perusahaan pengembangan pemasaran gaharu tingkat nasional dan internasional.
Keberhasilan teknologi kehutanan dalam penguatan dalam Penyediaan ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan, Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi kehutanan, Pertukaran ilmu pengetahuan, teknologi dan tenaga ahli, Desminasi dan publikasi serta Peningkatan kesejahteraan dan pelayanan plasma atas ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan.

Bilamana Bapak/ Ibu berkenan, kami dapat menyajikan Lokakarya Seminar SOSIALISASI Pengembangan Budidaya Gaharu ini lebih komprehensif dan mendalam untuk solusi implementasi. Untuk informasi dan konsultasi lebih lanjut, Bapak/ Ibu dapat menghubungi kami www.gaharunusantara.com

Visi
Menjadi Perusahaan Pengembang dan Pemasaran pohon Gaharu tingkat Nasional dan Internasional

Misi
Greenpeace atau penghijauan Alam Indonesia.
Meningkatkan kesejahteraan Mitra yang memiliki kesejahteraan lebih dari sekedar baik..
Memberikan Edukasi serta Pemahaman Teknologi Informasi kepada Mitra

Atas perhatian kerjasama dan kesempatannya, Kami mengucapkan terimakasih.

Febriarso Wibowo, ST

Produk Terbaru

Katalog Produk

ISOLAT GAHARU / INOKULASI / SERUM GAHARU / NANO TECHNOLOGY

Bagi awam, kerap kali gaharu dikenal sebagai pohon berkayu wangi layaknya kayu cendana. Padahal, berbeda sama sekali. Gaharu pun sekarang bukan melulu berkah alam tanpa campur tangan manusia karena ditemukan metode produksi gaharu buatan yang tak kalah dengan yang alami. Di Bogor, Jawa Barat, Badan Penelitian dan Pengembangan ( Balitbang) Kehutanan pada Pusat Penelitian dan Pengembangan ( Puslitbang) Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan mengembangkan rekayasa produksi gaharu buatan. Risetnya dimulai sejak tahun 2000. Riset itu menunjukkan keberhasilan dalam waktu satu sampai dua tahun terakhir ini. Gaharu itu sendiri sebagai hasil persenyawaan enzim jamur tertentu yang menginfeksi kayu jenis tertentu pula. Persenyawaan itu menghasilkan damar wangi yang kemudian dikenal sebagai gaharu. Kayu yang mengandung damar wangi atau gaharu kategori paling bagus atau kelas super mencapai harga Rp 50 juta per kilogram. Melalui metode penyulingan, gaharu umumnya dimanfaatkan sebagai pewangi. Kepala Bidang Puslitbang Hutan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Sulityo A Siran mengatakan, gaharu mulai diendus pula untuk obat herbal berbagai jenis penyakit berat, seperti tumor, kanker, lever, tuberkulosis, dan ginjal. Teknik budidaya Beberapa jenis tumbuhan berpotensi untuk memproduksi gahar sudah dieksplorasi. Jenis tumbuhan itu meliputi Aquilaria spp, Aetoxylon sympetallum, Gyrinops, dan Gonsystylus.Berbagai jenis tumbuhan itu tersebar di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua. Tetapi, keberadaannya sekarang mulai langka. Masyarakat juga sulit mengenali jenis tumbuhan tersebut. Salah satu jenis Aquilaria di Kalimantan dikenal dengan nama lokal karas. Keberadaannya mulai jarang dijumpai pula. Teknik budi daya gaharu dengan cara penginfeksian jamur pembentuk gaharu ke dalam batang pohon potensial. Isolat jamur penginfeksi atau pembentuk gaharu sudah dieksplorasi Balitbang Kehutanan dengan hasil diperoleh dari genus Fusarium dan Cylindrocarpon. Saat ini diperoleh dari genus Fusarium sebanyak 23 isolat jamur. Empat isolat jamur Fusarium paling cepat menginfeksi kayu berpotensi menjadi gaharu.” Dalam satu bulan kayu yang diinfeksi dengan keempat isolat jamur tersebut sudah mampu menunjukkan tanda-tanda keberhasilannya, ” kata Sulistyo. Kemudian gaharu buatan itu bisa dipetik pada usia satu hingga tiga tahun. Pohon potensial yang dipilih untuk membentuk gaharu, yang sudah berdiameter lebih dari 15 sentimeter dan usianya di atas 5-6 tahun. Untuk menyuntikkan isolat jamur penginfeksi, sebelumnya pohon potensial dilukai. Pada bagian pelukaan tersebut, isolat jamur disuntikkan. ” Dalam satu pohon disuntikkan isolat jamur pada 200 sampai 300 titik pelukaan batang, ” kata Sulistyo. Dalam pelukaan kemudian terjadi infeksi jamur yang membentuk warna kehitam-hitaman. Selama tiga tahun, semburat warna kehitaman itu akan menyebar ke atas dalam jarak hanya 3-4 sentimeter saja. Semburat warna kehitam-hitaman pada serat kayu itulah yang disebut gaharu. Selama ini gaharu alam yang paling bagus disebut gaharu super yang berwarna hitam pekat, padat, keras, mengilap, dan beraroma kuat khas gaharu. Gaharu super tidak menampakkan serat kayunya. Bentuknya seperti bongkahan yang di dalamnya tidak berlubang. ” Klasifikasi mutu gaharu ditetapkan ada enam. Berturut-turut dari yang paling bagus, yaitu kelas super, tanggung, kacangan, teri, kemedangan, dan cincangan, ” kata Sulistyo. Kelas cincangan merupakan potongan kecil-kecil dari kayu yang terinfeksi menjadi gaharu. Meskipun tidak berwarna kehitaman atau tidak mengandung getah gaharu, kelas cincangan masih menunjukkan aroma khasnya. Biasanya, gaharu ini digunakan untuk pembuatan dupa atau hio. Dalam proses produksi gaharu buatan, yang sangat penting dikuasai adalah proses pembenihan, persemaian, penanaman, dan pemeliharaan pohon-pohon berpotensi gaharu. Tidak kalah pentingnya, yaitu tahapan pembentukan isolat jamur yang akan diinfeksikan. Metodenya, meliputi isolasi jamur pembentuk yang diambil dari jenis pohon penghasil gaharu. Setelah jamur berhasil diidentifikasi kesesuaiannya, kemudian diperbanyak ke dalam media cair atau padat. Isolat jamur hasil perbanyakan pun siap disuntikkan ke pohon berpotensi gaharu.

Detail Produk »

Perkenalkanlah Kami PT. Gaharu Mitra Nusantara adalah memperkenalkan diri, Kami merupakan Perusahaan pengembangan pemasaran gaharu tingkat nasional dan internasional. Keberhasilan teknologi kehutanan dalam penguatan dalam Penyediaan ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan, Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi kehutanan, Pertukaran ilmu pengetahuan, teknologi dan tenaga ahli, Desminasi dan publikasi serta Peningkatan kesejahteraan dan pelayanan plasma atas ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan. Bilamana Bapak/ Ibu berkenan, kami dapat menyajikan Lokakarya Seminar SOSIALISASI Pengembangan Budidaya Gaharu ini lebih komprehensif dan mendalam untuk solusi implementasi. Untuk informasi dan konsultasi lebih lanjut, Bapak/ Ibu dapat menghubungi kami www.gaharunusantara.com Visi Menjadi Perusahaan Pengembang dan Pemasaran pohon Gaharu tingkat Nasional dan Internasional Misi Greenpeace atau penghijauan Alam Indonesia. Meningkatkan kesejahteraan Mitra yang memiliki kesejahteraan lebih dari sekedar baik.. Memberikan Edukasi serta Pemahaman Teknologi Informasi kepada Mitra Atas perhatian kerjasama dan kesempatannya, Kami mengucapkan terimakasih. Febriarso Wibowo, ST
  • Kota Semarang

Katalog Produk

Bibit Gaharu KEMITRAAN

Genus Aquilaria terdiri dari 22 spesies: A. ( Aquilaria) agallocha; A. apiculata; A. baillonii; A. banaensis; A. beccariana; A. brachyantha; A. citrinicarpa; A. crassna; A. cumingiana; A. filaria; A.grandiflora; A. hirta; A. malaccensis; A. microcarpa; A. ophispermum; A. parvifolia; A. pentandra; A. rostrata; A. sinensis; A. subintegra; A. urdanetensis; A. yunnanensis. Dari 22 spesies itu, yang bisa terinfeksi kapang Phialophora parasitica hanya ada delapan spesies yakni: A. agallocha; A. crassna; A. grandiflora; A. malaccensis; A. ophispermum; A. pentandra; A. sinensis; dan Aquilaria yunnanensis. Dari delapan spesies itu, yang paling potensial menghasilkan gaharu adalah A. malaccensis dan A. agallocha. Gaharu yang sekarang beredar di pasaran, semuanya berasal dari perburuan dari hutan. Para pencari gaharu, kadang-kadang tidak membedakan, mana kayu yang ada gubalnya, dan mana yang tidak. Hingga semua pohon Aquilaria yang dijumpai akan ditebang. Akibatnya, populasi kayu Aquilaria terus terkikis dan makin langka. Dalam pertemuan ke 13 Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora ( CITES CoP 13) di Bangkok, Thailand, 2 -14 Oktober 2004, genus Aquilaria telah dimasukkan dalam apendik II. Hingga pengambilan gaharu dari alam, sebenarnya dilarang. Tetapi karena tingginya nilai gaharu, maka pencarian gaharu dari hutan terus berlangsung tanpa bisa dicegah. Genus Aquilaria adalah pohon dengan tinggi mencapai 20 m dan diameter batang 60 cm, yang tumbuh di hutan hujan tropika basah, mulai dari ketinggian 0 sampai dengan 1.000 m. dpl. Aquilaria bisa hidup pada berbagai jenis tanah. Mulai dari tanah humus, berpasir, lempung, berkapur, sampai berbatu-batu. Gaharu termasuk tanaman yang tahan kekeringan, dan juga tahan hidup di bawah naungan. Tanaman yang masih muda, memang memerlukan banyak air, dan naungan. Biasanya Aquilaria tumbuh di bawah tajuk palem atau pakis-pakisan. Aquilaria berkembangbiak dari biji. Buah Aquilaria berupa polong yang keras, dengan panjang antara 2, 5 sd. 3 cm. Biji mudah dikecambahkan di tempat yang lembap dan hangat, tetapi terlindung dari panas matahari. # # # Dalam kondisi optimum, pohon Aquilaria akan mampu tumbuh dengan sangat pesat. Yang dimaksud dengan kondisi optimum adalah, suhu udara, kelembapan, sinar matahari, air dan unsur haranya cukup. Meskipun Aquilaria tahan hidup di berbagai macam tanah, tetapi dia akan tumbuh optimal di tanah humus yang subur, dengan topsoil cukup tebal. Tidak semua Aquilaria yang tumbuh di hutan merupakah penghasil gaharu. Produk gaharu, baru akan terjadi, apabila kayu Aquilaria terinfeksi oleh kapang Phialophora parasitica. Tumbuhan Aquilaria yang tidak terinfeksi kapang Phialophora parasitica, hanya akan menjadi kayu biasa yang sama sekali tidak harum. Beda dengan cendana ( Sandal Wood, Santalum album) , yang kayunya memang sudah harum. Untuk mempertahankan diri, tumbuhan Aquilaria yang sudah terinfeksi kapang Phialophora parasitica akan menghasilkan getah resin ( jawa: blendok) . Resin ini akan menggumpal dan membentuk gubal. Proses pembentukan gubal berlangsung sangat lambat. Bisa puluhan bahkan ratusan tahun. Resin dan bagian kayu yang terinfeksi inilah yang akan menghasilkan aroma harum yang tidak ada duanya di dunia. Aroma gaharu ini sedemikian khasnya hingga hampir tidak mungkin disintetis. Pembuatan gaharu sintetis, hasilnya akan lebih mahal dibanding dengan gaharu alam. Proses pembentukan gubal berlangsung sangat lama, juga merupakan salah satu penyebab tingginya produk gaharu.

Detail Produk »

Perkenalkanlah Kami PT. Gaharu Mitra Nusantara adalah memperkenalkan diri, Kami merupakan Perusahaan pengembangan pemasaran gaharu tingkat nasional dan internasional. Keberhasilan teknologi kehutanan dalam penguatan dalam Penyediaan ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan, Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi kehutanan, Pertukaran ilmu pengetahuan, teknologi dan tenaga ahli, Desminasi dan publikasi serta Peningkatan kesejahteraan dan pelayanan plasma atas ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan. Bilamana Bapak/ Ibu berkenan, kami dapat menyajikan Lokakarya Seminar SOSIALISASI Pengembangan Budidaya Gaharu ini lebih komprehensif dan mendalam untuk solusi implementasi. Untuk informasi dan konsultasi lebih lanjut, Bapak/ Ibu dapat menghubungi kami www.gaharunusantara.com Visi Menjadi Perusahaan Pengembang dan Pemasaran pohon Gaharu tingkat Nasional dan Internasional Misi Greenpeace atau penghijauan Alam Indonesia. Meningkatkan kesejahteraan Mitra yang memiliki kesejahteraan lebih dari sekedar baik.. Memberikan Edukasi serta Pemahaman Teknologi Informasi kepada Mitra Atas perhatian kerjasama dan kesempatannya, Kami mengucapkan terimakasih. Febriarso Wibowo, ST
  • Kota Semarang

Katalog Produk

Agarwood Oil & Agarwood Black Super

Gaharu merupakan sejenis kayu yang dikenal karena memiliki aroma yang khas dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti parfum, pewangi ruangan, hio ( pelengkap sembahyang pemeluk agama Budha & Kong Hu Cu) , obat, dan sebagainya. biasanya orang mengenal sebagai pohon Karas ato phn Garu. pohon gaharu ini terjadi karena ada pelakuan khusus terhadap beberapa jenis pohon yang memang sengaja dibuat untuk menjadi gaharu. perlakukannya secara tradisional dengan melukai pohon baik di paku atau di sayat, kalau secara modern menggunakan jamur salah satunya namanya Fusarium oxyporus yang disuntikkan kedalam pohon. Indonesia sendiri mempunyai 6 jenis pohon yang bisa menjadi gaharu. Gaharu juga mempunyai kadar kualitas yang berbeda semakin tinggi kualitasnya biasanya warnanya hitam semakin muahal dibanding dengan yang lebih rendah kualitasnya ( kemedangan/ serpihan) biasanya warnanya hitam kecoklatan. Itulah sebabnya kayu gaharu juga disebut sebagai aloeswood ( kayu aloe) . Nama dagang lainnya adalah agarwood, heartwood, dan eaglewood. Di pasar internasional, gaharu murni diperdagangkan dalam bentuk kayu, serbuk dan minyak ( parfum) . Kayu gaharu bisa dijadikan bahan kerajinan bernilai sangat tinggi, atau untuk peralatan upacara keagamaan. Serbuk gaharu digunakan untuk dupa/ ratus, dan minyaknya merupakan parfum kelas atas. Serbuk gaharu sebagai dupa akan dibakar langsung dalam ritual keagamaan. Baik Hindu, Budha, Konghucu, Thao, Shinto, Islam dan Katolik. Kayu gaharu disebut sebagai kayu para dewa. Aroma gaharu karenanya dipercaya mampu menyucikan altar dan peralatan peribadatan lainnya. Selain itu dupa gaharu juga dimanfaatkan untuk mengharumkan ruangan, rambut dan pakaian para bangsawan. Aroma gaharu akan digunakan sebagai aromaterapi di spa-spa kelas atas. Selain untuk ritual keagamaan, parfum dan kosmetik, produk gaharu juga sering dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistik. Baik pemanfaatannya, terlebih lagi proses pencariannya dari alam. Pengambilan gaharu dari hutan, memang selalu dilakukan secara tradisional, dengan berbagai ritual dan kebiasaan setempat. Pencarian gaharu di lokasi sulit, harus menggunakan pesawat terbang atau helikopter. Beberapa kali pesawat terbang dan heli pencari gaharu, hilang di hutan belantara di Kalimantan, hingga memperkuat kesan mistis produk gaharu. # # # Gaharu adalah getah ( resin, gubal) dari pohon genus Aquilaria, yang tumbuh di hutan belantara India, Asia Tenggara ( termasuk Indonesia) dan Cina Selatan. Sampai saat ini, Indonesia masih merupakan pemasok produk gaharu terbesar di dunia. Meskipun populasi tumbuhan Aquilaria cukup besar, namun tidak semua pohon menghasilkan gaharu. Sebab resin itu baru akan keluar, kalau tanaman terinfeksi oleh kapang ( fungus) Phialophora parasitica. Akibat infeksi, tanaman mengeluarkan getah yang aromanya sangat harum. Getah ini akan menggumpal di dalam batang kayu. Para pencari gaharu menyebut kayu dengan resin ini sebagai gubal. Tanaman Aquilaria yang tidak terinfeksi Phialophora parasitica, tidak akan beraroma harum. Genus Aquilaria terdiri dari 22 spesies: A. ( Aquilaria) agallocha; A. apiculata; A. baillonii; A. banaensis; A. beccariana; A. brachyantha; A. citrinicarpa; A. crassna; A. cumingiana; A. filaria; A.grandiflora; A. hirta; A. malaccensis; A. microcarpa; A. ophispermum; A. parvifolia; A. pentandra; A. rostrata; A. sinensis; A. subintegra; A. urdanetensis; A. yunnanensis. Dari 22 spesies itu, yang bisa terinfeksi kapang Phialophora parasitica hanya ada delapan spesies yakni: A. agallocha; A. crassna; A. grandiflora; A. malaccensis; A. ophispermum; A. pentandra; A. sinensis; dan Aquilaria yunnanensis. Dari delapan spesies itu, yang paling potensial menghasilkan gaharu adalah A. malaccensis dan A. agallocha. Gaharu yang sekarang beredar di pasaran, semuanya berasal dari perburuan dari hutan. Para pencari gaharu, kadang-kadang tidak membedakan, mana kayu yang ada gubalnya, dan mana yang tidak. Hingga semua pohon Aquilaria yang dijumpai akan ditebang. Akibatnya, populasi kayu Aquilaria terus terkikis dan makin langka. Dalam pertemuan ke 13 Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora ( CITES CoP 13) di Bangkok, Thailand, 2 -14 Oktober 2004, genus Aquilaria telah dimasukkan dalam apendik II. Hingga pengambilan gaharu dari alam, sebenarnya dilarang. Tetapi karena tingginya nilai gaharu, maka pencarian gaharu dari hutan terus berlangsung tanpa bisa dicegah. Genus Aquilaria adalah pohon dengan tinggi mencapai 20 m dan diameter batang 60 cm, yang tumbuh di hutan hujan tropika basah, mulai dari ketinggian 0 sampai dengan 1.000 m. dpl. Aquilaria bisa hidup pada berbagai jenis tanah. Mulai dari tanah humus, berpasir, lempung, berkapur, sampai berbatu-batu. Gaharu termasuk tanaman yang tahan kekeringan, dan juga tahan hidup di bawah naungan. Tanaman yang masih muda, memang memerlukan banyak air, dan naungan. Biasanya Aquilaria tumbuh di bawah tajuk palem atau pakis-pakisan. Aquilaria berkembangbiak dari biji. Buah Aquilaria berupa polong yang keras, dengan panjang antara 2, 5 sd. 3 cm. Biji mudah dikecambahkan di tempat yang lembap dan hangat, tetapi terlindung dari panas matahari. # # # Dalam kondisi optimum, pohon Aquilaria akan mampu tumbuh dengan sangat pesat. Yang dimaksud dengan kondisi optimum adalah, suhu udara, kelembapan, sinar matahari, air dan unsur haranya cukup. Meskipun Aquilaria tahan hidup di berbagai macam tanah, tetapi dia akan tumbuh optimal di tanah humus yang subur, dengan topsoil cukup tebal. Tidak semua Aquilaria yang tumbuh di hutan merupakah penghasil gaharu. Produk gaharu, baru akan terjadi, apabila kayu Aquilaria terinfeksi oleh kapang Phialophora parasitica. Tumbuhan Aquilaria yang tidak terinfeksi kapang Phialophora parasitica, hanya akan menjadi kayu biasa yang sama sekali tidak harum. Beda dengan cendana ( Sandal Wood, Santalum album) , yang kayunya memang sudah harum. Untuk mempertahankan diri, tumbuhan Aquilaria yang sudah terinfeksi kapang Phialophora parasitica akan menghasilkan getah resin ( jawa: blendok) . Resin ini akan menggumpal dan membentuk gubal. Proses pembentukan gubal berlangsung sangat lambat. Bisa puluhan bahkan ratusan tahun. Resin dan bagian kayu yang terinfeksi inilah yang akan menghasilkan aroma harum yang tidak ada duanya di dunia. Aroma gaharu ini sedemikian khasnya hingga hampir tidak mungkin disintetis. Pembuatan gaharu sintetis, hasilnya akan lebih mahal dibanding dengan gaharu alam. Proses pembentukan gubal berlangsung sangat lama, juga merupakan salah satu penyebab tingginya produk gaharu. Kapang genus Phialophora terdiri dari delapan spesies aktif: Phialophora americana, Phialophora bubakii, Phialophora europaea, Phialophora parasitica, Phialophora reptans, Phialophora repens, Phialophora richardsiae, dan Phialophora verrucosa. Dari delapan spesies itu, yang berfungsi menginfeksi kayu Aquilaria hanyalah kapang Phialophora parasitica. Spesies lainnya merupakan kapang patogen, yang bisa menginfeksi manusia dan menimbulkan gangguan penyakit. Malaysia dan Indonesia, sudah bisa mengisolasi kapang Phialophora parasitica, untuk diinokulasikan ke pohon Aquilaria. Di Indonesia, penelitian gaharu antara lain dilakukan oleh Balitbang Botani/ LIPI, Badan Litbang Departemen Kehutanan dan Universitas Mataram di Mataram, Lombok. Universitas Mataram, malahan sudah melakukan ujicoba penanaman gaharu, dan menginfeksinya dengan kapang Phialophora parasitica. Sayangnya, tanaman yang belum membentuk gubal itu sudah dicuri orang. Para pencuri ini beranggapan, bahwa kayu gaharu sama dengan cendana. Padahal cendana pun memerlukan waktu paling sedikit 30 tahun agar meghasilkan kayu dengan tingkat keharuman prima. Gaharu yang sudah terinfeksi ini, masih memerlukan waktu puluhan tahun agar gubalnya bisa dipanen. # # # Mengingat tingginya nilai gaharu, dan juga kelangkaannya, maka budidaya gaharu sudah semakin mendesak. Membuat hutan Aquilaria, bisa dilakukan dengan mudah. Sebab tumbuhan genus ini relatif mudah dikembangbiakkan dan toleran dengan lokasi tumbuh yang sangat ekstrim sekalipun. Mengisolasi kapang Phialophora parasitica juga sudah bisa dilakukan di laboratorium Universitas Mataram. Menginfeksi tumbuhan Aquilaria dengan kapang Phialophora parasitica juga sudah berhasil diketemukan metodenya. Yang menjadi masalah, untuk mengembangkannya dalam skala komersial, diperlukan jangka waktu lama. Gaharu kualitas baik, baru akan terbentuk setelah proses selama puluhan bahkan ratusan tahun. Para pemilik modal, akan berpikir ulang kalau investasinya baru akan kembali pada puluhan bahkan ratusan tahun yang akan datang. Para pejabat di lingkup pemerintah daerah pun, juga akan menolak untuk merancang proyek yang tingkat keberhasilannya baru akan bisa diukur puluhan bahkan ratusan tahun kemudian. Belum lagi gangguan masyarakat yang tidak terlalu tahu tentang gaharu. Mereka menganggap bahwa tanaman Aquilaria yang sudah diinfeksi kapang Phialophora parasitica, akan segera bisa ditebang untuk diambil gaharunya. Ketidaktahuan masyarakat ini, juga disebabkan oleh sedikitnya publikasi tentang gaharu. Para wartawan yang mengenal gaharu, jumlahnya juga masih sangat sedikit. Dalam situasi seperti ini, pencarian gaharu di hutan menjadi satu-satunya alternatif. Di Papua, pencarian gaharu bahkan dilakukan oleh para pengusaha dengan cara yang sangat tidak bermoral. Para pengusaha tahu bahwa masyarakat Papua, sudah kecanduan minuman keras. Hanya dengan disodori beberapa kaleng bir, mereka sudah bersedia untuk mencari gaharu. Apabila gaharu sudah diperoleh, para pengusaha pun menawarkan perempuan kepada penemu gaharu. Perempuan-perempuan malang ini didatangkan dari Jawa, kebanyakan dengan cara ditipu untuk dicarikan pekerjaan yang layak di Freeport atau perusahaan HPH. Setibanya di Papua, mereka hanya dijadikan umpan memperoleh gaharu. ( R) # # #

Detail Produk »

Perkenalkanlah Kami PT. Gaharu Mitra Nusantara adalah memperkenalkan diri, Kami merupakan Perusahaan pengembangan pemasaran gaharu tingkat nasional dan internasional. Keberhasilan teknologi kehutanan dalam penguatan dalam Penyediaan ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan, Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi kehutanan, Pertukaran ilmu pengetahuan, teknologi dan tenaga ahli, Desminasi dan publikasi serta Peningkatan kesejahteraan dan pelayanan plasma atas ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan. Bilamana Bapak/ Ibu berkenan, kami dapat menyajikan Lokakarya Seminar SOSIALISASI Pengembangan Budidaya Gaharu ini lebih komprehensif dan mendalam untuk solusi implementasi. Untuk informasi dan konsultasi lebih lanjut, Bapak/ Ibu dapat menghubungi kami www.gaharunusantara.com Visi Menjadi Perusahaan Pengembang dan Pemasaran pohon Gaharu tingkat Nasional dan Internasional Misi Greenpeace atau penghijauan Alam Indonesia. Meningkatkan kesejahteraan Mitra yang memiliki kesejahteraan lebih dari sekedar baik.. Memberikan Edukasi serta Pemahaman Teknologi Informasi kepada Mitra Atas perhatian kerjasama dan kesempatannya, Kami mengucapkan terimakasih. Febriarso Wibowo, ST
  • Kota Semarang